TKWI Asal Manggarai NTT Telantar Di Malaysia

Editor : Agustinus Bobe,

MALAYSIA, LINTASTIMOR.COM–Dikabarkan dari Malaysia ada  seorang Tenaga Kerja Wanita Indonesia ( TKWI) asal Manggarai, Ruteng, Nusa Tenggara Timur bernama Sowerente Purmawati  telantar  dan dibuang oleh majikannya di pinggir jalan dekat Kantor Kedutaan Besar RI KL Malaysia pada Selasa 20 Oktober 2020 waktu Malaysia.

Kepala Perwakilan Human Trafficking Malaysia Dewi Kholifah saat menghubungi Redaksi Lintastimor.com dari Malaysia, Selasa ( 20/10/2020) malam menuturkan, pada hari Selasa waktu Malaysia ( siang) pihaknya seusai mengurus sebuah dokumen di Kantor KBRI KL dan keluar dari pintu gerbang pagar halaman  kantor tersebut melihat petugas dari KBRI tengah melakukan interview terhadap TKWI Sowerente Purmawati yang telah duduk di pinggir jalan setelah dibuang oleh majikannya.

” Saya melihat dan prihatin dengan kondisinya. Dan perasaan  sebagai manusia atau kemanusiaan sehingga saya minta petugas KBRI untuk membawanya ke Markas Human Trafficking agar memberikan perlindungan karena yang bersangkutan tidak memiliki sebuah dokumen pribadi apa pun.

KTP, Kartu Keluarga, dan paspor pun tidak ada sama  sekali. Jadi lewat media ini kami dari lembaga HumanTrafficking Perwakilan Malaysia mohon informasi dari keluarga di Manggarai, Ruteng, NTT , jika mengenal wajah perempuan ini mohon berikan alamat, asal desa, kecamatan dan kabupaten untuk kami urus administrasinya di KBRI KL Malaysia agar segera kirim kembali ke kampung halamannya,” pinta Dewi Kholifah.

Menurut Dewi Kholifah, ia membawanya ke Markas Human Trafficking bertujuan untuk membongkar perikat, agen pengiriman dari Indonesia itu siapa, dan majikan yang membuang itu siapa.

Namun sayang, Sowerente Purmawati memberikan penjelasan bertele – tele, saat ditanya nama majikannya justru jawabannya lain.

Redaksi Lintastimor.com berhasil vedio call dengan Sowerente Purmawati. Ia mengakui sudah 35 tahun merantau di Malaysia dan telah lupa nama kampungnya.

Sowerente Purmawati  diduga mengalami  depresi dan trauma tingkat tinggi sehingga menjawab pertanyaan dari Redaksi Lintastimor.com tidak terarah dan fokus.

Ditanya asal dari desa dan kampung di Manggarai. Ia menjawab dengan menggunakan bahasa  Inggris berkombinasi dengan bahasa Malaysia dan Manggarai.

” I, m from Manggarai , Ruteng, Mataloko, NTT, Malaysia.  Suami saya sudah meninggal. Saya sudah tinggal di Malaysia 35 tahun. Orangtua saya pun sudah tiada semua. Saya lupa nama kampung,” ucapnya.

Anehnya, ia sebut nama ibunya Maria dan ayahnya Santo Yoseph. ( agust bobe)

Pos terkait