Setelah Tenggelam Selama 4,5 tahun, Pengadilan Negeri Maumere Gelar Sidang Mediasi

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, LINTASTIMOR.COM– Kasus dugaan pemerkosan anak dibawah umur yang sempat tenggelam kurang lebih  4,5 tahun di Welakiro Desa Wolorega, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT,  kini Pengadilan Negeri Maumere menggelar  sidang dengan agenda mediasi, Selasa (3/11/2020)

Setelah sebelumnya telah digelar sidang perdana pada Jumat (23/10/2020). Namun kuasa Hukum Tergugat 2 tidak hadir.

Sidang hari ini  digelar di ruang Garuda Pengadilan Negeri Maumere ini dengan agenda upaya perdamaian melalui mediasi oleh Moderator.

Sidang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Johnicol R.F.Sine, S.H didampingi Majelis Hakim Mira Herawaty dan Widyastomo Isworo, S.H.

Pada sidang lanjutan ini tampak hadir lengkap antara lain Lukas Levi selaku penggugat didampingi kuasa hukumnya.

Sementara Kapolres Sikka sebagai tergugat 2 dikuasakan kepada AKP Sipri Raja dan Kapolri selaku tergugat 2 dikuasakan kepada Kompol Yan Kristian.

Dalam agenda sidang mediasi tersebut,Ketua Majelis Hakim Johnicol R.F.Sine, S.H menunjuk Consilia Ina Lestari Palang Ama selaku hakim Mediator.

Johnicol R.F Sino berharap agar para pihak serius mengikuti jalannya mediasi.
Ketua Majelis Hakim berharap agar para pihak memaksimalkan waktu yang ada melalui hakim Mediator yang ditunjuk,”tegasnya.

Ia  pun memberikan waktu selams 30 hari kedepan untuk sidang mediasi. Jika dalam menjalani mediasi tersebut ada upaya damai maka waktu mediasi bisa diperpanjang untuk 30 hari berikutnya.

Sebaliknya jika tidak ada damai, Majelis Hakim mengatakan bisa jadi waktu mediasi tidak sampai 30 hari.

Setelah usai sidang para pihak kemudian mengikuti sidang mediasi dengan hakim Mediator Consilia Ina Lestari Palang Ama.
Hakim Mediator meminta para pihak untuk membuat dan menyerahkan kepada hakim Mediator, resume mengenai syarat damai yang ditawarkan.

Sementara kuasa Hukum Tergugat 2 Kompol Yan Kristian yang dikonfirmasi setelah sidang menjelaskan dalam persidangan tersebut Hakim Mediator meminta kedua belah pihak untuk menyusun resume sebagai syarat perdamaian.

Ketua Tim Kuasa Hukum Advokasi dan Kemanusian,Domi Tukan usai mengikuti sidang mediasi tersebut membenarkan hasil mediasi tersebut.
“Kami diminta untuk membuat resume sebagai syarat perdamiannya.
Jadi intinya kita akan membuat syarat perdamaian yang pertama lebih mengutamakan syarat kemanusian yang kedua tidak merugika klien.

Tetapi syarat-syarat perdamaian itu akan kami ajukan pada sidang berikutnya pada tangal 11 Nopember 2020,”tegas Domi Tukan. ( athy meaq)

Pos terkait