Usaha Mebel Bambu Bumdes Teguh Mandiri Nelle Sediakan Berbagai Jenis Fasilitas Rumah Tangga Dengan Kualitas Terjamin dan Harga Terjangkau

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, LINTASTIMOR.COM– Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bersama
Teguh Mandiri Nelle, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, pulau Flores, Nusa Tenggara Timur menyedikan berbagai jenis prabot perlengkapan rumah tangga berupa bahan baku bambu  seperti kursi, Sofa, meja, lemari, rak Televisi, tempat tidur, tirai, rumah bambu dan lain-lain. Dan untuk  kualitas terjamin dan harga terjangkau.

Yanuarius Yan (52) warga Halat, Desa Nelle Barat, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur saat ditemui Lintastimor.Com di Bumdes Teguh Mandiri Nelle, Rabu(4/11/2020) mengatakan, sejak bergabung di Bumdes Teguh Mandiri dirinya merasa sangat terbantu karena bisa membuat berbagai produk kerajinan bahan baku bambu dan pemasarannya juga aman.

Ia menuturkan, pada tahun 1999 mengikuti pelatihan di Bali.

” Saya diutus oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM kabupaten Sikka untuk mengikuti pelatihan Mebel di Bali selama 6 bulan.
Setelah pulang saya langsung mengerjakan produk kerajinan bambu hingga sekarang dan menjualnya sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya dia dibantu oleh saudaranya bernama Herman Meang (54). “Kakak saya memiliki keterbatasan fisik namun dengan modal ketekunan dan pernah mengikuti pelatihan jadi kami bisa mengerjakan produk kerajinan bambu ini dan menjualnya sendiri.

Biasanya kami kerja sesuai selera pemesan.Dari keuntungan tersebut kami bisa membiayai kehidupan keluarga.

Semua produk kerajianan dari bambu saya bisa kerjakan seperti Kursi,Sofa,meja,lemari,tirai,rak tv,tempat tidur dan tempat lampu,rumah bambu dan lain-lain.Intinya semua produk yang saya kerjakan tergantung dari pemesanan.Sudah banyak produk yang saya buat dan laku terjual,”papar Yanuarius Yan.

Sekarang dengan adanya Bumdes dirinya merasa terbantu. Walaupun baru satu bulan bergabung di Bumdes Teguh Mandiri.

Saya hanya mengerjakan produk saja.untuk bahan baku dan pemasaran itu urusan di Bumdes.

Jadi satu Minggu saya bisa kerjakan satu set itupun juga tergantung dari model yang diinginkan pemesan.

Jadi kami hanya kerja saja.Bahan baku itu disediakan oleh Bumdes sampai tingakat pemasaran. Kadang pemesan langsung datang ke Bumdes untuk pesan produk kerajianan bambu ini,”paparnya lagi.

Yanuarius Yan mengaku untuk sekarang pesan paling banyak kursi,Sofa ,meja dan tirai.Dengan harga jualnya berkisar antara Rp.1juta sampe Rp 3 juta tergantung model yang diinginkan konsumen.Pemasarannya hingga ke Kabupaten Nagekeo dan kabupaten Ende.

Direktur Bumdes Teguh Mandiri Nelle,Yanuarius Hariyanto mengatakan bahwa dirinya memilih kerajianan mebel karena  salah satu potensi unggulan bambu yang belum dimaksimalkan dengan baik. Kebanyakan masyarakat menjualnya secara gelondongan sehingga dirinya bisa mengembangkan usaha tersebut.
Selain itu ada tenaga kerja yang terlatih.Ini yang membuat terbentuknya Bumdes khususnya mengolah bambu menjadi produk kerajinan.

Bumdes Teguh Mandiri Nelle sudah terbentuk satu tahun namun kerajianan mebel baru bergabung satu bulan.Dan hasilnya sangat memuaskan,,”akuinya.

“Kita hanya menyediakan bahan baku dan pemasarannya.Jadi produk yang sudah jadi kami yang pasarkan,”ungkap Yanuarius Haryanto.

Untuk tenaga kerja Bumdes Teguh hanya memiliki 2 orang tenaga kerja tetapi kedepannya Bumdes Teguh Mandiri akan mengakomodir anak – anak yang sudah pernah mengikuti pelatihan Mebel bambu,”ucapnya.

Dirinya berharap agar pemerintah daerah memperkuat Bumdes seperti peralatan, pelatihan atau magang lainnya.

Diharapkan kepada anak muda harus berpikir inofasi, tunjukan kemampuan yang dimiliki, kembangkan bakat yang dimiliki lalu masuklah atau bergabunglah kesebuah lembaga yang bisa anak muda salurkan bakat,” harapnya ( athy meaq)

Pos terkait