Ritus Adat Desa Rusak , Warga Kecewa Menemui Bupati Sikka

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, LINTASTIMOR.COM–Puluhan Warga Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae,Kabupaten Sikka, NTT, menemui Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo pada Selasa (1/12/2020).

Tujuan kedatangan mereka untuk mengadukan rasa kecewa mereka terhadap Dinas Lingkungan Hidup yang selama ini terkesan membiarkan aktifitas pengambilan batu oleh kontraktor untuk proyek pemecah gelombang (break water) dipesisir Pantai Lokaria yang tanpa koordinasi dengan Warga sehingga menyebabkan dampak negatif bagi Warga Desa Watuliwung yang mana merusak situs Adat Desa setempat.

Godefidus,salah satu warga Desa Watuliwung pada kesempatan itu menyebutkan sebagai warga Watuliwung tentunya kami rasa bersyukur karena adanya proyek ini.Bahkan kami mendukung penuh proyek ini.

“Namun kami merasa kecewa karena aktifitas pengambilan batu dilaksanakan tanpa koordinasi dengan warga sehingga menyebabkan Ritus Adat Desa Watuliwung rusak.
Selain itu pengambilan batu tersebut tidak menguntungkan masyarkat Petani.Karena yang diangkat bukan batu-batu besar saja tetapi batu-batu kecil bahkan humus tanahpun diangkat.
Atas kejadian itu,”sebut Godefidus

warga pun sudah berdiskusi dengan kontraktor dan kontraktor pun berjanji akan memperbaiki kerusakaan namun tidak direalisasikan hingga saat ini.

Oleh karena itu,sebagai Warga Watuliwung kami menolak dengan tegas segala bentuk kegiatan tambang yang ada di Desa Watuliwung,”ungkap Godefidus.

Hal senada juga disampaikan Oswaldus dirinya mewakili masyarkat Desa Watuliwung menolak dengan tegas segala jenis penambangan di Desa Watuliwung.

Oswaldus menegaskan bahwa buntut dari proyek ini sudah merusak tatanan sosial dan budaya yang diwariskan leluhur.Pertikaian ini terjadi karena adanya proyek didesa kami.Dan Kesannya ada pembiaran Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Terkait.

“Kami tidak menolak pembangunan Break Water kami sangat mendukung,tetapi kalau berdampak seperti ini maka kami menolak.
Setelah mendengar penjelasan dari Warga,Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dengan tegas mengatakan bahwa ini merupakan catatan bagi Dinas Lingkungan Hidup harus melihat dengan teliti dan perhatikan dari semua aspek,” tegasnya.

Dikatakannya bahwa tidak semua wilayah diKabupaten Sikka diberikan izin untuk tambang material tetapi dititik-titik tertentu saja dengan pertimbangan untuk keberlanjutan.
Koordinasi itu yang paling penting,walaupun sudah ditetapkan dalam Zona Pengambilan tetapi bukan berarti kita boleh ambil semaunya tanpa koordinasi dengan warga.

Ada tahapan kelayakan sosial dan kelayakan teknis dengan kategori resiko tinggi,sedang dan rendah.Tahapan ini yang harus dilalui dengan baik,”jelasnya.

Sebagai Bupati Sikka, dirinya meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk berkoordinasi dengan kontraktor untuk segera memperbaiki segala kerusakan yang ada.(Athy Meaq)

Pos terkait