Surat Wasiat Yang Ditinggalkan Oleh Alm. Pater Heinrich Bolen SVD Dalam Keadaan Utuh

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, LINTASTIMOR.COM-Telah terjadi polemik berkepanjang selama ini dikalangan masyarakat Kabupaten Sikka, NTT,  menggenai siapa pemilik sebenarnya warisan almarhum pater Heinrich Bolen SVD,terjawablah sudah menjadi terang benderang.

Alm.Pater Heinrich Bolen semasa hidupnya sudah menuliskan surat wasiat yang selanjutnya disimpan rapi dalam sebuah brankas.

Firmus Pilin Raja Ketua Tim pembaca wasiat Pater Hendrick Bolen, Sabtu (23/1/2021) bertempat di Reustorant Sea World Cup, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, mengungkapkan bahwa menurut rencana yang tertuang dalam tulisan pada Buku Melebur Ditanah Flores bahwa beliau mengharapkan surat wasiat akan dibacakan oleh Pengacaranya pada saat menjelang Penguburan.

Namun hal ini tidak terjadi karena pada waktu penguburan pihak SVD menyatakan tidak ada pembiasan yang terjadi dalam tubuh SVD untuk membacakan surat wasiat.

Tim pembaca surat waisat dari Pater Heindrick Bollen bersepakat untuk membacakan surat wasiat ini pada Sabtu (23/1/2021) yang dihadiri oleh sesepuh Kabupaten Sikka Daniel Woda Pale,Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka,Gorgonius Nago Bapa,Toko Pemerintah Alfons Naga,Pemilik Yayasan Nativitas Marie Jeane Colson,Kepala Desa Waiara,Paulus Plapeng,Yayasan Helf Flores Paulus Marton,Toko Adat Kasianus Kaseng dan wakapolsek Kewapante Alexander Suban serta undangan lainnya.

Pantauan media sebelum dilakukan pembukaan kotak brankas yang oleh Maria Magdalena didampingi Manase Gai,dan Hendrikus Lehan dibantu oleh Marie Jeane Colson.Tampak Maria Magdalena gemetran dan menangis saat hendak membuka brankas.

Ketiganya merupakan anak asuh dari Alm.Pater Heinrich Bolen SVD.

Surat wasiat dalam keadaan utuh.Dalam brankas tersebut diantarnya berisikan Gambar atau foto Pater Heindrick Bolen bersama ketiga anaknya.Dan 2 amplop yang masih utuh.

Selanjutnya Pengacara atas nama Polikarpus Raga, S.H membuka dan membacakan amplop pertama yang ditulis alm.Pater Bolen yang ditujukan kepada Saudara Silvester Nong Manis, S.H sehubungan dengan jawaban dan tanggapan atas kepengurusan Yaspem yang baru,surat saudara tanggal 20/11/2017.

Amplop kedua berisi surat wasiat yang ditulis oleh Alm.Pater Bolen.Surat wasiat ini dalam bentuk tulisan tangan.Dalam surat waisat ada 2 tulisan ditanggal yang berbeda.

Pengacara Portasius  Raga,SH kemudian melanjutkan pembacaan surat wasiat.

Surat wasiat tertanggal 20/10/2019
Berisikan”Saya Pater Bolen dengan ini memberikan kuasa kepada Manase Gai untuk membagikan hasil keputusan sidang akan dibagikan hak 50 persen kasi Yaspem dan 50 persen untk sosial.
Manase Gai dalam kuasa penuh untuk dipakai sesuai kebutuhan sosial.

Sementara surat waisat tertanggal
21/1//2019
Tujukan kepada Maria Magdalena,Manase Gai dan Henderikus Lehan bentuk Fons Bolen Flores yang dikuasai Manase Gai dengan unit Khusus terhadap pater Bolen

Setelah pembacaan surat waisat ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh masing-masing perwakilan.

Dengan dibacakan surat wasiat ini, Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa menghimbau agar apa yg sudah dijalankan oleh pater Bolen bisa dilanjutkan oleh orang-orang yang sudah ditunjuk langsung oleh pater Bolen saat ini.(Athy Meaq)

Pos terkait