Kepengurusan Yaspem Periode 2011-2016 Diduga Sebuah Rencana Kejahatan Secara Sistematis dan Terencana

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, LINTASTIMOR.COM-Kepengurusan Yaspem (Yayasan Sosial Pembanguanan Masyarkat) periode sebelumnya 2011-2016 tanpa kehadiran Pendiri dan Ketua Pembina Yaspem diduga dan disinyalir p adalah sebuah rencana “kejahatan  yang dilakukan secara sistematis dan terencana”.

Demikian dalam surat tanggapan atas kepengurusan Yaspem yang baru ditulis oleh Almahrum Pater Heinnrich Bollen, SVD pada tanggal 21 November 2017 di Jakarta.

Surat tanggapan atas kepengurusan Yaspem yang baru itu dibacakan oleh pengacara subtitusi, Polikarpus Raga,SH  dalam acara pembacaan surat wasiat Pater Bollen pada tanggal 23 Januari 2021 di Restoran Sea World Club desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT.

Adapun isi surat tanggapan atas kepengurusan Yaspem yang baru itu adalah:

Kepada saudara Silvester Nong Manis, S.H sehubungan dengan jawaban dan tanggapan terhadap surat saudara tanggal 27 November 2017 bersama ini saya sampaiakn hal-hal sebagai berikut

1. Bahwa apabila saudara bermaksud baik untuk menjaga dan memelihara visi dan misi yang tertuang dalam anggaran dasar seharusnya saya selaku ketua pembina dan anggota pembina diundang dapat bersama-sama membentuk pengurus baru guna melanjutkan program yang sejalan dengan maksud dan tujuan pendirian Yaspem.

2. Bahwa oleh karena saudara secara wewenang, sewenang-wenang mengangkat pengurus baru yaspem periode 2016-2021 tanpa sepengetahuan dan keikutsertaan saya selaku pendiri dan ketua pembina Yaspem maka segala keputusan yang saudara ambil baik rapat pembina maupun kepengurusan adalah cacat hukum.

3. Bahwa dengan ketidakikutan dan ketidakhadiran saya dalam rapat tersebut maka itu adalah keputusan pribadi anda. Dengan demikian keputusan anda yang mengatasnamakan pembina adalah keputusan palsu / fiktif. Yang merupakan suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum etika dan moral.

4. Bahwa seyogyanya saudara harus menyadari tujuan pembentukan yaspem adalah pembentuk membantu masyarakat kecil yang mempunyai kesulitan terutama para fakir miskin, yatim piatu sehingga para pengurus yaspem harus betul-betul memahami hakekat dari visi dan misi yaspem

5. Bahwa hal lain yang perlu saya sampaikan adalah keputusan pengurus yang anda bentuk tidak sesuai dengan semangat awal dari pada pembentukan yaspem sehingga yang saudara lakukan tanpa kehadiran saya disinyalir adalah sebuah rencana jahat yang dilakukan secara sistematik, terencana melalui pembentukan pengurus periode 2011-2016 dimana dalam akta pendirian saya, anda, almahrum VB dacosta dan Romanus Woga sebagai dewan pendiri. Sedangkan yaspem itu sudah berdiri sejak tahun 1970.

Selain itu perlu saya tegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada anda baik sebagai anggota pembina maupun pengurus LBH Veritas adalah jabatan belas kasihan dari saya bukan karena jerih payah anda maupun kemampuan anda.

6. Bahwa perlu saya ingatkan kepada anda pada suatu hari sekitar bulan Februari  2016 anda menyodorkan sebuah surat yang saya tanda tangani yang saya tidak mengetahui dan membaca isi surat tersebut ternyata dikemudian hari anda mengatakan bahwa surat pengunduran diri dari saya selaku pembina yaspem padahal anda mempunyai maksud busuk atau jahat untuk menipu.

Karena sudah berulangkali saya menyurati anda menelpon dan mengirimkan email kepada anda, Romanus Woga, Heni Doing untuk mengangkat satu orang pembina karena VB Da Costa meninggal untuk mengisi kekosongan anggota pembina tetapi anda dan semuanya tidak pernah datang menjawab surat saya. Anda bersikap egois, masa bodoh, arogan seolah olah anda sudah menjadi penguasa penuh dan pemilik yaspem. Supaya anda tahu bahwa yaspem itu adalah milik masyarakat

Anda bersikap Egois,masa bodoh arogan seolah-olah Anda menjadi penguasa penuh di Yaspem.Supaya anda tau Yaspem itu milik masyarakat.

7. Bahwa perlu saya tegaskan pemilihan pengurus yaspem periode 2016-2021 yang anda bentuk tanpa rapat pembina adalah cacat.

Dan mengingat desakan dari tokoh masyarakat berbagai kampung di kabupaten Sikka dan alumni yang pernah saya biayai yang tersebar diberbagai kota di seluruh wilayah Indonesia serta para fakir miskin dan anak panti asuhan yang saya bantu semuanya mendesak agar segera dibentuk kepengurusan baru periode 2017-2022 dan direstui oleh saya selaku pembina Yaspem untuk menghidupkan kembali visi misi Yaspem yang sesungguhnya yaitu kepedulian keperpihakan terhadap orang kecil kaum termarjinalisasi atau kaum terpinggirkan.

Demikian tanggapan saya selaku pendiri ketua pembina.Hormat Pater Heinrich Bolen,SVD.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Waiara,Paulus Plapeng,Mantan Bupati Sikka,Daniel Woda Pale,Wakil Ketua DPRD Sikka,Gorgonius Nago Bapa,Wakapolsek Kewapante,Alexander Suban,Yayasan Nativitas,Marie Jeanne Colson dan tamu undangan.

(Athy Meaq)

Pos terkait