Dampak Game Online Terhadap Anak Dalam Pendidikan

 

Penulis OpiniĀ  : Suster Serfiana Moy Klau, PM ( Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral ST PetrusĀ  Keuskupan Atambua, Kefamenanu, Semester VI)

 

Saat ini era teknologi tengah berkembang dengan pesat apalagi di dalam game. Game saat ini banyak dimainkan oleh kalangan muda, terlebih anak – anak yang masih dibawah umur.

Perkembangan game online sangat menarik perhatian anak – anak dibawah umur untuk memainkannya karena mulai dari tampilan, gaya bermain, grafis permainan dan resolusi gambar yang menarik perhatian anak – anak dibawah umur.

Dampak positif yang ada dalam game online terhadap si anak adalah pergaulan siswa akan lebih mudah di awasi oleh orang tua, otak siswa akan lebih aktif dalam berpikir, reflek berpikir dari siswa akan lebih cepat merespon, emosional siswa dapat diluapkan dengan bermain game, siswa akan lebih berpikir kreatif.

Dampak negatif dari game online bagi pelajar adalah siswa akan malas belajar dan sering menggunakan waktu luang mereka untuk bermain game online, siswa akan mencuri – curi waktu dari jadwal belajar mereka untuk bermain game online, waktu untuk belajar dan membantu orang tua sehabis jam sekolah akan hilang karena bermain game online, uang jajan atau uang bayar sekolah akan diselewengkan untuk bermain game online, lupa waktu, pola makan akan terganggu karena efek game ini, jadwal beribadahpun kadang akan dilalaikan oleh siswa, dan siswa cenderung akan membolos sekolah demi game kesayangan mereka.

Hal tersebut sangat mengganggu pencapaian belajar anak – anak di bawah umur. Dari perkembangan teknologi tersebut ini menjadi tantangan bagi orangtua dan juga guru, bagaimana kita bisa dapat mengkontrol anak – anak agar tidak kecanduan terhadap game online.

Dalam menyikapi anak – anak yang kecanduan game online, orangtua harus bisa mengajak si anak untuk lebih giat belajar dan tidak dengan menggunakan cara kekerasan.

Seperti memberikan batasan waktu untuk bermain game online dan memberikan perhatian secara langsung dalam kegiatan belajarnya. Seperti menanyakan tugas kepada si anak atau mengajak berlibur bersama keluarga ke tempat – tempat yang memiliki pembelajarannya juga seperti museum dan lain – lain.

Sebagai guru, tantangan ini pun harus bisa dihadapi di sekolah supaya siswanya ketika pulang ke rumah tidak langsung bermain game.

Solusinya pada umumnya sudah pasti memberikan tugas pekerjaan rumah. Tetapi sebagai guru, kita harus bisa membuat siswa menjadi penasaran terhadap pelajaran yang guru berikan.

Oleh karena itu, guru harus pintar membuat pembelajaran yang lebih menarik dari game dan dengan cara yang guru buat sendiri. ( ****)

Pos terkait