Kemelut Konflik Israel – Palestina Dalam Sejarah

Editor: Agustinus Bobe,

JAKARTA, LINTASTIMOR.COM– Nyaris semua orang tentunya tidak asing lagi dengan komflik Israel dan Palestina. Konflik antara Israel dan Palestina memang menjadi salah satu konflik kompleks, kontroversial, dan berkepanjangan dalam sejarah dunia.

Lantas nama organisasi Hamas pun kerap disebut. Untuk mengetahui lebih banyak, berikut fakta tentang Hamas dan konflik Isreal – Palestina.

Sejak akhir abad ke- 19, teritorial wilayah yang disengketakan di Timor Tengah itu kerap menjadi bentrokan dan masing – masing bangsa berusaha untuk mempertahankan wilayahnya masing – masing.

Pasca warganet membagikan sejumlah potongan video dan viral di media sosial atas serang Israel kepada warga sipil Palestina di Masjid Al Aqsa baru – baru ini, maka topik ini pun terungkap  kembali.

Bahwa meskipun meskipun secara umum digambarkan sebagai bentrokan yang memecah belah antara Islam dan Yudaisme, namun konflik Israel dan Palestina adalah salah satu yang berakar pada persaingan nasionalisme dan klaim teritoral.

Pada abad ke -19, banyak negara yang menyerukan kemerdekaannya sendiri. Di antara politisi dan pemikir yang mensuport nasionalisme, Theodore Herzl menyerukan pembentukan negara untuk orang Yahudi di masa saat ini, dirinya dianggap sebagai bapak pendiri Zionisme.

Sementara itu, bangsa Palestina yang pertama kali dikendalikan oleh Ottoman dan dijajah oleh Inggris, telah lama menginginkan negara Palestina merdeka. Akibatnya, konflik berpusat pada nasionalisme yang bertambrakan/ bertentangan.

Pada tahun 1948, Israel membuat Deklarasi Kemerdekaan dan secara resmi mendirikan negara Israel. Satu hari pasca dinyatakan sebagai Hari Nabka atau Hari Bencana oleh bangsa Palestina. Peperangan terjadi selama sembilan bulan dan Israel berhasil menguasai lebih banyak wilayah.

Bagi orang Israel, hal tersebut menandakan realisasi keinginan lama untuk memiliki tanah air Yahudi.

Sedangkan bangsa Palestina, hal itu adalah awal dari akhir, membuat mereka tidak memiliki kewarganegaraan.

Fakta – Fakta Tentang Hamas:

Sebagaimana ditetapkan oleh Oslo Accords 1993, Otoritas Nasional Palestina ( PNA) diberikan kendali pemerintahan atas sebagian Gaza dan West Bank, di mana PNA dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abas. Palestina diatur oleh dua organisasi, yakni PNA sebagian besar mengontrol West Bank, sementara Hamas menguasai Gaza.

Pada tahun 2006, Hamas memenangkan mayoritas dalam pemilihan Dewan Legislatif. Sejak saat itu, hubungan yang retak antara kedua faksi tersebut telah menyebabkan kekerasan, dengan Hamas menguasai Gaza pada tahun 2007.

Hamas didirikan pada tahun 1987 selama Intifadhah Pertama sebagai cabang dari  Ikhwanul Muslimin Mesir. Sheik Ahmad Yassin sebagai pendiri menyatakan pada tahun 1987, dan Piagam Hamas menegaskan pada tahun 1988 bahwa Hamas didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel  dan juga mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Meski begitu, pada Juli 2009, Kepala Biro Politik Hamas mengatakan bahwa organisasi itu bersedia bekerja sama dengan ” Resolusi konflik Arab- Isreal yang termasuk negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967″, asalkan pengungsi Palestina memegang hak untuk kembali ke Isreal dan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara baru.

Hanya saja, Wakil Ketua Biro Politik Hamas mengatakan pada tahun 2014 bahwa” Hamas tidak akan mengakui Israel” dan menambahkan ” Ini adalah garis merah yang tidak bisa dilewati,”.

Hingga kini, konflik antara Israel Palestina masih terus terjadi. Yang terbaru, bentrokan terjadi di luar Kota Tua Yerusalem ketika puluhan jamaah Muslim tengah sholat di Masjid Al Aqsa pada malam suci Lailatul Qadar. ( Dari Berbagai Sumber: Suara.com)

Pos terkait