PAPHA Sikka Gelar Kelas Literasi Keuangan Bagi Orang Muda Desa Kolisia B

Editor: Agustinus Bobe,

MAUMERE, LINTASTIMOR.COM-Perkumpulan Aktivis Peduli Hak Anak (PAPHA) Kabupaten Sikka, NTT,  bermitra dengan The Samdhana Institute menyelengarakan kelas Literasi keuangan bagi remaja dan orang muda Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka Propinsi NTT.

Kelas Literasi Keuangan ini, diselenggarakan di Dusun Nawuteu Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.Kegiatan berlangsung selama 4 kali pertemuan dari Rabu,12 Mei -Sabtu 15 Mei 2021.

Dengan menghadirkan 2 fasilitator diantaranya Henderikus Serani dan Yosep Marius Pedor.

Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 19 orang selama kurang lebih 6 bulan terakhir sudah diperkenalkan dengan dunia kerja dan didampingi untuk belajar dan menjalankan pertanian yang mudah dan ramah lingkungan dengan system Irigasi Tetes.

Hendrikus Serani memfasilitasi remaja dan orang muda untuk belajar mengelola keuangan dimulai dengan pengenalan diri sendiri dan karakter yang dimiliki.

“Pengenalan diri ini penting sebagai pintu menuju perencanaan penggunaan keuangan yang spesifik sesuai karakter dan mimpi atau cita-cita masing-masing orang,”ucap Henderikus Serani.

Fasilitator lainnya Yosep Marianus Pedor menuturkan bahwa para peserta kegiatan kelas literasi keuangan ini yang semuanya adalah generasi milenial yang hidup di era digital

“Ini perlu diperkenalkan dengan dunia investasi keuangan di antaranya saham, deposito, obligasi juga Mata Uang Digital (cryptocurency),”ungkap Marianus Pedor

Direktur PAPHA Sikka Bernadus Lewonama Hayon kepada media ini, Selasa (18/5/2021) menjelaskan,  kegiatan kelas Literasi Keuangan digelar selama empat hari .

Kegiatan ini berawal dari upaya PAPHA yang selama kurang lebih 6 bulan terakhir mendampingi para remaja dan orang muda Desa Kolisai B yang berkomitmen belajar dan menjalankan pertanian yang mudah dan ramah lingkungan dengan sistem Irigasi Tetes.

“Selama masa itu, dari kebun praktik yang dimiliki para remaja dan orang muda, sudah dipanen produk pertanian berupa tomat dan semangka. Tomat dan semangka ini, sudah terjual baik secara lokal di Desa Kolisia B maupun di pasar Alok Maumere. Hal itu berarti, para remaja dan orang muda ini, sudah bisa menghasilkan uang dari pertanian berbasis adaptasi perubahan iklim dengan sistem irigasi tetes,” tutur Narto.

Lebih lanjut Narto menjelaskan,  setelah memiliki uang, salah satu pertanyaannya penting yang ada di kalangan kaum remaja dan kaum muda dampingan PAPHA perihal bagaimana uang hasil jualan produk pertanian mereka dikelola supaya bisa bermanfaat dan berkembang.

“Untuk menjawab pertanyaan di atas, PAPHA yang bermitra dengan The Samdhana Institute, menyelenggarakan Kelas Literasi Keuangan bagi remaja dan orang-orang muda tersebut,” jelas Narto.

Narto menegaskan bahwa kegiatan kelas Literasi Keuangan ini sangat penting dengan petimbangan agar kaum muda bisa mengetahui dan memahami lebih awal seputar literasi keuangan mengingat setelah memiliki produk pertanian yang siap terjual di pasar kaum muda harus mampu mengelola keuangan yang dimiliki secara baik dan bertanggungjawab.

“Selain itu kita berharap, kemampuan yang baik di dalam mengelola keuangan menjadi salah satu aspek yang sangat menentukan untuk kesuksesan di dalam dunia kerja,”ungkapnya.

Para peserta sangat antrusias mengikuti kegiatan ini dan berkomitmen untuk mulai bejar menerapkan management keuangan yang baik dan benar, secara pribadi maumun di dalam organisasi remaja dan orang muda.(athy meaq)

Pos terkait