Proses Hukum Kasus Dugaan Lecehkan Profesi Jurnalis di TTS Tetap Berlanjut

Editor: Agustinus Bobe,

JAKARTA, LINTASTIMOR.COM– Proses hukum terhadap oknum guru kontrak, Maxima R.Bhia yang mengajar pada SMP Kristen I Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Provinsi NTT, tetap berlanjut terkait kasus dugaan pelecehan bagi profesi jurnalis atau wartawan saat meliput di sekolah tersebut, beberapa pekan lalu.

Kasus ini telah dilaporkan kepada penyidik Polres TTS, Polda NTT pada 31 Maret 2021 hingga kini belum rampung berkasnya.

Salah satu korban kasus dugaan pelecehan adalah wartawan online Salamtimor.com Yuferdi Inyo Faot mengatakan, dirinya bersama dua orang wartawan lainnya merasa dilecehkan oleh oknum guru Ibu Maxima yang menyebut mereka menerima uang dari pihak tertentu untuk meliput berita di sekolah tersebut.

Seperti yang terekam dalam video liputan ketiga orangĀ  wartawan itu, oknum guru dengan terang – terangan mengucapkan kata ” silahkan cari tahu. Kamu kesini karena dibayar..bayar uang. Sonde ada orang gila yang datang tanpa dibayar. PJS dong ada uang. Kami honor sonde ada uang,” ucap Ibu Maxima sambil menantang para korban pelecehan itu.

Kapolres TTS AKBP Andre Librian, S.IK saat di konfirmasi Redaksi Lintastimor.com Perwakilan Jakarta, Minggu ( 6/6/2021) terkait perkembangan kasus tersebut, ia mengatakan proses penyelidikannya terus berjalan.

” Proses hukumnya tetap berjalan. Kini kita masih pemeriksaan saksi – saksi. Jika berkasnya dinyatakan sudah lengkap kita akan segera limpahkan ke pihak kejaksaan negeri SoE,” tutur Kapolres Andre Librian ( astyn bobe)

Pos terkait