Komnas Perempuan RI Minta Penyidik Polres Gresik Segera Tahan Pelaku EDB Aniaya Wanita Jawa Timur

Editor: Agustinus Bobe,

JAKARTA, LINTASTIMOR.COM– Komisi Nasional ( Komnas) Perempuan Republik Indonesia menyurati Penyidik Polres Gresik, Polda Jawa Timur untuk segera melakukan penahanan terhadap pelaku kekerasan atas nama Elias Donovan Ballo  (EDB) asal Kabupaten Belu, NTT, terkait kasus dugaan penganiayaan bagi korban Eva Listiana warga Jawa Timur.

Surat Nomor 035/KNAKTP/ Pemantauan / Surat Rekomendasi/ VI/2021. Perihal : Surat Rekomendasi Komnas Perempuan untuk Laporan Polisi No.LP/563/RES.1.6/ RESKRIM/ SPKT Polres Gresik.

Surat rekomendasi tersebut ditujukan kepada Kepala Kepolisian Resor Gresik c.q Penyidik Laporan Polisi No.LP/ 563/ XI/RES.1.6./2020/ RESKRIM/ SPKT Polres Gresik dengan tembusan kepada Kapolda Jawa Timur c.q UPPA Polda Jawa Timur serta Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik.

Surat  tanggal 9 Juni 2021 yang ditandatangi oleh Komisioner Siti Aminah itu, menegaskan bahwa korban saudari Eva Listiana dan pelaku Elias Donovan Ballo menjalin hubungan pacaran sejak tahun 2019.

Selama menjalin hubungan pacaran korban kerap kali mengalami kekerasan pemukulan, menendang, menggigit, menampar, mencekik, dan membanting korban hingga mengalami luka – luka dan mengalami keguguran.

Pada 8 September 2020 saat korban hamil anak kedua di usia kehamilan 5 bulan. Pelaku memukuli korban hingga terjadi pendarahan luar biasa dan mengalami keguguran pada 11 September 2020. Surat kematian bayi pun diterbitkan oleh RSU Al – Islam H.M. Mawardi dan dilaporkan ke Polres Kota Besar Surabaya dengan sangkaan tindak pidana penganiayaan.

Namun ditempuh dengan upaya damai melalui mediasi antara korban dan pelaku sehingga proses hukum dihentikan oleh penyidik.

Meskipun telah damai, pada 29 November 2020 pelaku kembali melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul, mencekik dan merobek lidah korban.

Pasca kejadian, korban langsung melaporkan ke Polres Gresik. Laporan korban pun dilengkapi dengan alat bukti visum et repertum.

Meski begitu, laporan itu belum ada tindak lanjut hingga pelaku diketahui telah kabur ke kampung halamannya di Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

Terkait dengan kasus ini, Komnas Perempuan RI meminta Penyidik Polres Gresik untuk  menetapkan pelaku Elias Donovan Ballo sebagai tersangka dan melakukan penahanan demi menjamin rasa aman korban dan menghilangkan barang bukti serta melarikan diri.

Kepala LBH Timor Adrianus Magnus Kobesi, S.H di Kefamenanu, Kabupaten TTU meminta Kapolres Gresik untuk melakukan koordinasi dengan Kapolres Belu, Polda NTT untuk mengamankan pelaku  kasus dugaan penganiayaan Elias Donovan Ballo agar mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum pidana maupun perdata.

Kepala Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil NTT Viktor Manbait, S.H  meminta Kapolri di Jakarta untuk memberikan atensinya kepada Penyidik Polres Gresik atas ketidak seriusannya dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan. Sehingga ada keadilan bagi setiap warga negara dalam peran penegakkan hukum yang dilaksanakan oleh Polri.

Kapolres Gresik yang dikonfirmasi Redaksi Lintastimor.com Perwakilan  Jakarta, Minggu (13/6/2021)  melalui Kanitnya Daud mengatakan, kini pihaknya progresi terhadap kasus tersebut.

” Iya bersabar ya. Kasusnya kita sedang tindaklanjuti. Dan kita akan menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan perkaranya kepada pihak korban. Silahkan koordinasi dengan korban,” pungkasnya.

Korban Eva Listiana saat dihubungi melalui selulernya, membenarkan bahwa ia telah menerima surat tembusan dari Komnas Perempuan terkait kasus yang dialaminya.

” Iya. Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk bekerja secara transparan dan profesional. Semoga Kanit yang baru ini bisa bekerja lebih baik daripada yang terdahulu,” ucapnya ( Agust Bobe)

 

Pos terkait