BKKBN Berupaya Mengendalikan Penduduk serta Jadikan KB Bagi Keluarga Sehat- Sejahtera

Editor: Agustinus Bobe,

BETUN, LINTASTIMOR.COM– Kerja keras yang dilakukan oleh  petugas dinas BKKBN Kabupaten Malaka, Provinsi NTT,  khususnya di kecamatan Wewiku berkonsisten di lapangan untuk mengendalikan penduduk dan mewujudkan keluarga kecil sehat dan sejahtera melalui konsekwensi konseling dan pemahaman kinerja BKKBN 2021.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 62 tahun 2010, Tentang Tugas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana.

Tugas Pokok dan Fungsi BKKBN adalah “Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana”. Dan bertanggung jawab kepada presiden.

Dengan begitu, kerja keras petugas BKKBN Kabupaten Malaka khususnya kecamatan Wewiku siap memberikan konseling dan mengurusi pokja, poktan untuk mensejahterakan warga binaannya,” papar petugas BKKBN Kecamatan Wewiku Landalina Paskalia Hati kepada Media online Lintastimor.com,  Sabtu (17/7/2021) pagi .

Ia  mangatakan, kerja keras BKKBN tidak hanya mengurus orang pasangan usia subur (PUS) untuk menunda kehamilan tetapi juga untuk PUS yang ingin punya anak segera kemudian hidup dalam keluarga lebih sehat dan sejahtera.

Tuntutan warga binaan menjadi pola pencanangan yang disesuaikan tugas dan fungsi yang lebih baik, bermutu dan diterima masyarakat. Dari hasil rekapitulai pendataan penduduk tanggal 13 hingga 14 Juli 2021 lalu.

” Sesuai dengan rencana bersama warga binaan saya di kecamatan Wewiku terutama PUS dengan beberapa kelompok binaan yang perlu disikapi BKKBN kabupaten, propinsi dan pusat.

Untuk kecamatan Wewiku di malaka. 2 diantaranya kelompok PUS yang segera punya anak dan PUS yang ingin menunda kehamilan. Alternatif ini dinyatakan agar warga tidak mengira BKKBN hanya peduli terhadap menunda kehamilan untuk hidup sejahtera tetapi juga bisa segera punya anak dan itu salah satu kebahagiaan keluarga dengan konseling dan pemeriksaan kesehatan pasangan tersebut,” tutur Paskalia Hati.

Paskalia Hati menjelaskan, konteks ini sudah lama ada dalam program. Namun, mayoritas menunda kehamilan itu terlihat utama dari pada PUS yang ingin segera punya anak karena minoritas yang mana dapat terjadi pada pasangan tertentu. Maka yang lebih prioritas BKKBN 2021 di kecamatan Wewiku ini .

“Sebagai pengatur laju kependudukan dan menciptakan kesejahteraan KB masyarakat kecamatan Wewiku.  Saya menitik beratkannya kepada kesadaran untuk hidup lebih baik sehat dan sejahtera dengan mengajak mereka mengikuti program BKKBN,” ajak Paskalia Hati.

Untuk mencapai Pokja dan Poktan , kata Paskalia Hati,  perlu di berdayakan dan ini akan  dibuatkan proposal agar dinas dan badan terpadu kabupaten, propinsi dan pusat, agar dapat mengambil andil kepedulian.

Sementara petugas PLKB Kecamatan Malaka Barat juga akan mengadakan hal yang sama dan prioritas kelompok tatap muka namun Covid -19 ini tidak bisa dikelompokan.

“Oleh karena itu secara perorangan di desa-desa binaan saya kecamatan Malaka Barat akan tetap dilakukan. Kita tidak boleh terlalu di batasi bencana Covid- 19.
Saya rasa kesulitan ini kita perlu kondisikan agar masyarakat dapat merasakan peran BKKBN di kehidupan mereka,” ujarnya. (Rofinus Bria)

Pos terkait