Dipicu Langgar Protokol COVID-19 ,Tiga Pelajar Di TTU Dihajar Babak Belur Oknum Anggota TNI Koramil Biboki Selatan

Editor: Agustinus Bobe,

TTU, LINTASTIMOR.COM –Nasib Naas menimpa Juventus Uskenat (15 tahun) pelajar  kelas  VIII SMP Negeri Manufui dan Yakobus Naisasu (17 tahun) Siswa kelas IX SMA Negeri Manufui. Kedua Anak dibawah umur ini, diduga dihajar  babak belur oleh oknum anggota TNI Koramil Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT, Kopka Elias Punef ( EP)  hingga dirawat di Puseksmas Manufui.

Peristiwa ini berawal  Kopka  EP yang bertugas sebagai Babinsa di Desa Tainsala, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU ini, dikala  melintas di depan biyard milik warga setempat, pada Jumat (30/7/2021)  sekitar pukul 18.00 WITA dan melihat ada tiga orang anak yang tengah  asyik bermain bliyar. Kopka EP yang mengendarai sepeda   Motor Trial dinas itu berhenti, lalu turun dari motornya langsung mengambil gambar ketiga anak yang sementara bermain bilyard tersebut dengan kamera Handphonenya.

Kopka Kepala EP  menghampiri ketiga anak tersebut dan menayakan satu persatu nama, sekolah , kelas berapa mereka, serta siapa orang tuanya tinggalnya dimana. Ketiga anak tersebut masing- masing menjawab ,Blandino Boy Bansu (14 )  Kelas VIII SMP Negeri Manufui, kemudian Yakibusn Naisasu (17 ) Kelas IX SMA Negeri Manufui dan Juventus Ukat ( 15) Kelas VII SMPN Manufui.
Setelah anak-anak ini menyebut orang tuanya dan tempat tinggal mereka masing-masing, Kopka EP mengarahkan anak- anak tersebut ke rumah salah satu orang tua anak, yakni Pak Marsel, yang rumahnya tidak jauh dari tempat Bilyard terseut. Saat akan beranjak ke rumah bapak Marsel Balndino Boy Banusu  anak – anak ketakutan dan lari meghindar dari Kopka EP.

Yakobus Naisau lalu diperintahkan membonceng Juventus Ukat, diperintahkan Kopka EP untuk menuju ke rumah Pak Marsel, kakanya Yakobus Naisau.

Setelah tiba  di halaman rumah Marsel, dan mereka memarkirkan sepeda motor, Kopka EP turun dari motornya lalu menendang Motor Yamaha Revo Yakobus. Bersamaan dengan itu Marsel yang sementara makan malam denga isteri anaknya, serta 3 orang lainya ,yakni Agus Siki,Dion Alupan dan Selvi Naijes  terkejut dan keluar ke halaman rumah menjumpai Kopka EP yang datang bersama Yakobus dan Juventus.

Setelah itu, bertanya kepada Marsel, apakah mengenal kedua anak tersebut, yang dijawab oleh Marsel bahwa kenal mereka berdua dan Yakobus adalah adiknya .

Kopka EP lalu menujukan foto pada handphone ketiga anak yang diambil saat bermain bilyard kepada Pak Marsel. Lalu mengatakan ke Pak Marsel mengapa anak anak tersebut disaat corona bermaian bilayrd di sana.” Kenapa Dong tahu ini corona ,masih berkeluyuran disana,?”  Marsel pun langsung  meminta maaf kepada  Kopka EP .Kopka EP berjalan ke Mikhael Juventus Ukat dengan tinjunya memukul  sekuat tenaganya  pada mulut Mikhael Juventus Ukat hingga bibir bagian bawahnya pecah dan dua buah giginya goyang. Lalu Kopka EP dengan tinjunya memukul kuat dua kali pada lulu hati (dada bawah) Mikhael Juventus Ukat hingga terjatuh terlentang, lalu dengan kakinya menginjak kuat dada Juventus Mikhakel Ukat.

Yang mengakibatkan Mikhael Juvenrus Ukat meringis kesaktian ( 14 tahun) Kopka EP menuju ke Yakobus Naisasu dan menghajarnya pada bagian muka dan punggungnya.

Setelah puas menghajar Mikhael Juventus Ukat dan Yakobus Naisasu, Kopka EP pergi meninggalkan begitu saja kedua anak ini, dan sambil menyalakan kendaraann motor ralnya seraya berkata, mau lapor ke mana saja silahkan, lalu pergi  tinggalkan rumah Marsel.

Kopka EP tercium aroma minuman alkohol  dan diduga sedang mabuk.

Setelah Kopka EP pergi,  keluarga Mikhael Juventus Ukat dan Yakobus Naisasu membawa mereka melaporka perisita penganiyaan itu ke Polsek Biboki Selatan di Manufui dan pihak Polsek Bibooki Selatan membawa para korban ke Puskesmas Manufui untuk dilakukan visum dan mendapat perawatan medis.

Sayangnya, di Puskesmas tersebut dokter tidak ada di tempat karena sementara menjalani isolasi Covid-19 di RS Leona Kefamenanu.

Mikhael Juvetnus Ukat mendapat perwatan  intensif dengan menggunakan bantuan 02, karena susah bernapas dan merasa kesakitan hebat  pada ulu hatinya.

Yakous Naisau juga sementara dirawat di Puseksmas Manufui karena masih pusing.

Menurut keterangan bidan Puskesmas, mereka belum membuat visumnya karena yang punya hak buat visum itu dokter.
Juventsu Mikhael Ukat dan Yakobus Naisasu masih menjalani perawatan di Puskesmas Manufui.

Hingga berita ini dipublikasikan Redaksi Lintastimor.com perwakilan Jakarta sedang berupaya untuk mendapatkan tanggapan dari pihak Oknum EP .Namun belum mendapatkan akses informasi dari yang bersangkutan. (Timbuserlintastimorjkt/ Sumber: Ket Keluarga korban)

Pos terkait