Musim Pandemi COVID-19 Warga Takut Berobat ke Rumah Sakit??

Editor: Agustinus Bobe,

BESIKAMA, LINTASTIMOR.COM–Musim pandemi COVID -19  ini warga serba salah bahkan takut berobat ke rumah sakit. Sebab  mencegah rasa kekuatiran akan divonis  reaktif bahkan positif COVID-19.

Kindisi ini tidak hanya bagi orang sakit dan terdampak COVID -19  saja, tetapi relasi keluarga pun terjadi kesenjangan.

Hal ini ditemukan beberapa kondisi di Kabupaten Malaka, NTT,  yang tengah mengikuti  tata protokol kesehatan perjalanan COVID-19, dan ini menjadi suatu beban moril bagi warga dan pihak terkait pelaku program pencegahan COVID-19 tersebut.

Terkait ketakutan warga itu menjadi perbincangan menarik masyarakat Malaka saat ini. Ada beberapa yang sudah di vaksin dengan merasa terpaksa untuk mengikuti vaksinasoli  VOVID- 19 agar memenuhi persyaratan dan mendapat bantuan dari pemerintah.

Konteks ini merupakan gangguan psikilogis dan iman yang perlu di perbaiki. Dimana melalui berbagai pilihan biarawan bruder Martinus Bria,SVD. Dengan berjalannya pencegahan ini keluarga perlu di buka pikirannya agar melaksankan semua itu dengan senang dan pengertian tentang sehat.

Berdasrkan contoh bahaya penyakit yang terdahulu misalnya kusta dan lain sebagainya.

Pada kematian bapak Fransiskus Reha Tahuk keluarga beriman atau kudus ini bukan sebuah tangis yang tidak berkesudahan. Akan tetapi merupakan petunjuk untuk teladan bagi masyarakat, keluarga, anak dan cucu kedepan.

Karena kematian bukan karena COVID -19 tetapi karena sakit sebelum ada COVID -19 ini.

Melewati masa- masa kritis, penderitaan dan meninggal dengan tenang Bapak Fransiskus Tahuk Rehak, menjadi perhatian dan dapat mengumpulkan keluarga yang berpencar menjadi satu.

Walau ini tidak semua mereka bersatu dalam kerumunan. Karena di batasi oleh gerakan pandemi COVID -19, masing – masing mencari tempat sehat namun keluarga tetap ada di saat seperti ini. Dalam pelayatan ini, keluarga duka menyarankan kepada waega untuk tidak ada perjudian, karena nanti kalian kerumun.

Se lalu memakai  masker, cuci tangan dan jaga jarak .

Hal ini dipaparkan oleh  putrra putera almarhum bapak Fransiskus Tahuk Rehak, bernama Paulus Temas di malam pertama kematian bapak Fransiskus dan Bruder Martinus Bria SVD, di malam kedatangan dari Bajawa 29 juli 2021 di tempat duka Kleseleon Desa Kleseleon, kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Berlanjut hingga ibadat malam ketiga kedukaan itu melalui khotbahnya mengatakan hidup ini adalah kesempatan.

“Hidup kita diwarnai dengan perbuatan -perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan maka kesempatan itu sudah kita sia siakan. Bukan lagi menjadi berkat bagi orang lain tetapi menjadi beban, meletakan dosa bagi orang lain. Hidup ini kesempatan seperti Ama,opa kita yang sudah meninggal Tuhan memberikan kesempatan 93 thn hidup bersama kita menjadi berkat bagi orang lain itu hal yang sederhana.

Pertama bagaimana reaksi kita terhadap kebutuhan orang lain, apa saja kebutuhan orang lain itu?.

Seperti makanan, minuman, pakaian,hiburan,dukungan dan lainnya. Ketahuilah bahwa penghakiman terakhir bagi kita diberika sesuai dengan perbuatan dan umur kita masing masing. Semua itu sederhana Sesuai dengan parbuatan kita memberikan pakaian, makan,hiburan, hal hal itulah yang menjadi penghakiman terakhir. Maka mengapa takut dan Cemas.
Tuhan sudah memberikan persyaratan persyaratan, tuntutan tuntutan untuk ada bersama Dia. Saling menolong, membantu dan memberi yang penting dengan ketulusan. St. Fransiskus adalah seorang bangsawan yg berasal dari Italia, ketika Ia merasa jabatan, kekayaan dan semua miliknya tidak berguna bagi orang lain maka saat itulah Dia mengambil keputusan untuk meninggalkan semuanya itu dan mangambil jalan menjadi seorang biarawan.

GSebelum Dia meninggalkan segala kemewahannya itu dan berbagi kekayaanNya Dia menemukan seorang yang sakit lepra yang disingkirkan orang orang pada masa itu. Namun Fransiskus membantu dan menolongnya. Pada akhirnya Ia di panggil Tuhan kataNya Fransiskus kemarilah kerena engkau telah menolong saya ketika saya menjadi orang yang sakit lepra. Jadi itu yang menjadi hal hal penting yang yang Tuhan tinggalkan untuk kita, mengajarkan kepada kita, untuk kita lakukan selagi kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Mari kita sebagai keluarga kita saling menghargai, saling memberikan dukungan hiburan.

Sebab apa yabg buat menjadi sebliknya bagi kita sendiri. Di Enda kata Br, Martin di depan pintubmasuk penguburan Enda ada tertulis, “Dulu aku seperti anda sekarang, nanti engkau seperti aku sekarang”. Kalimat ini menjelaskan bahwa kematian itu juga kesempatan. Dimana Dia hidup seperti anda dan nanti anda juga mati seperti Dia. Maka berusahalah agar pada penghakiman itu datang kita mendapat tempat yang layak bersama Bapa di surga.
Usai perayaan ibadat malam itu Pesan Brooder Martin kepada adik adik novis yang akan membiara agar dapat membudayakan kepercayaan penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk apapun. sebab segala yang dari Tuhan itu benar baik dan luar biasa.
malam ketiga Bpk Almarhum Fransiskus Tahuk Reha seorang bapak dari rohaniwan rohaniwati dimana dalam keluarga anak anak dan cucu cucunya adalah bruder, pendeta dan suster. Br.Martin Bria Svd salah satu putranya yang hadir dalam kesempatan ini, tidak hanya sebagai pelayan Tuhan saja tetapi juga pelayan keluarga di kleseleon, desa kleseleon, kecamatan weliman,kabupaten Malaka, NTT. Selasa 3 agustus 2021.

Setelah memimpin doa ibadat itu, broder mengatakan rasa hormat dan cinta kepada ayah orang tua kandunya bahwa
Sebagai keluarga pasti kita berduka Karena bpk sudah meninggalkan kita tetapi sebagai orang beriman Sy secara pribadi percaya bahwa Tuhan sudah memberikan waktu yang sangat cukup untuk bpk ada bersama kami. Selama masa hidupNya dan saatnya Tuhan memanggil pulang bapak ditengah penderitaanNya, diakhir akhir masa hidupNya. jadi kami mencintai bapak atau ayah tapi Tuhan lebih mencintai ayah. Karena itu sebagai orang beriman kami percaya bahwa bapak sudah kembali Kepada Dia yang telah memberikan kehidupan kepada bapak, Lalu sebagai Anak anak bapak yg pertama Pasti seluruh motifasi masa hidupnya dapat kami jadikan inspirasi dalam seluruh kehidupan kami saudara bersaudara kerena Kami melihat Ada hal hal Yang baik dari Bpk yang di perbuat semasa hidupNya dan Telah menunjukan kepada kami sebagai teladan.

Yang jelas Bapak mati bukan karena COVID. Namun Dalam kondisi covit ini kita melalui prokes selalu.saya dari bajawa awalnya merasa akan ada kesulitan ditengah pandemi ini. Dimana Kita di minta untuk wajib memiliki bukti rapit test dan vaksin dari Bajawa hal ini akan menyita waktu menemui musibah kematian ayah yang sejenak tanpa ada kesempatan untuk mendengar tutur kata terakhir dari ayah. namun ada kemudahan untuk melakukan perjalanan di wilayah NTT cukup ada rapit tes saja seiring mudik masa masa masuk sekolah generasi di NTT. Dan di Kleseleon ini juga kita tetap pake masker, cuci tangan dan jaga jarak. Ini semua untuk kebaikan dan kesehatan kita bersama.
Sesaat datang kepada keluarga tidak ada yang lebih berharga dari datang dan lihatlah. Come and see….( Rofinus Bria)

Pos terkait